Kembali ke Blog
Parenting Islami2026-08-035 menit

7 Kebiasaan Islami untuk Anak Usia Dini di Rumah dan Sekolah

7 Kebiasaan Islami untuk Anak Usia Dini di Rumah dan Sekolah

Membentuk kebiasaan islami pada anak usia dini adalah investasi jangka panjang. Usia 0-6 tahun adalah masa emas di mana anak menyerap kebiasaan dan nilai-nilai seperti spons. Semakin dini kebiasaan baik ditanamkan, semakin kuat akarnya saat mereka dewasa. Berikut 7 kebiasaan islami yang bisa diterapkan di rumah maupun di sekolah PAUD.

1. Membiasakan Doa Sebelum dan Sesudah Aktivitas

Ajarkan anak membaca doa sebelum makan, sesudah makan, sebelum tidur, bangun tidur, masuk rumah, keluar rumah, dan memakai pakaian. Doa-doa pendek ini mudah dihafal dan membiasakan anak untuk selalu mengingat Allah dalam setiap aktivitas. Guru di sekolah bisa memasukkan doa harian sebagai bagian dari rutinitas pagi.

2. Membiasakan Salam dan Senyum

Rasulullah ﷺ selalu memulai setiap pertemuan dengan salam. Ajarkan anak untuk mengucapkan "Assalamu'alaikum" saat masuk rumah, bertemu guru, atau bertemu teman. Kebiasaan sederhana ini mengajarkan adab dan membangun suasana penuh kasih sayang. Orang tua dan guru harus memberi contoh dengan mengucapkan salam lebih dulu kepada anak.

3. Makan dengan Tangan Kanan dan Duduk

Ajarkan anak untuk makan sambil duduk, menggunakan tangan kanan, membaca doa sebelum makan, dan tidak berbicara saat mulut penuh. Di sekolah PAUD, guru bisa membiasakan tata cara makan islami saat jam makan siang. Gunakan daily report CDPS untuk mencatat apakah anak sudah makan dengan adab yang baik.

4. Mengucapkan Terima Kasih dan Tolong

Dua kata ajaib ini adalah fondasi akhlak mulia. Biasakan anak mengucapkan "tolong" saat meminta bantuan dan "terima kasih" setelah dibantu. Guru dan orang tua perlu konsisten mengingatkan dengan lembut setiap kali anak lupa. Seiring waktu, kebiasaan ini akan menjadi karakter yang melekat.

5. Membersihkan Diri dan Merapikan Mainan

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Ajarkan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menggosok gigi setelah makan, dan merapikan mainan setelah selesai bermain. Di sekolah, jadwal cuci tangan dan gosok gigi bisa masuk dalam daily report agar orang tua bisa memantau.

6. Berbagi dengan Teman

Ajarkan konsep berbagi melalui situasi nyata. Saat anak memiliki makanan ringan, minta ia berbagi dengan teman. Saat bermain, latih bergantian menggunakan mainan. Guru di PAUD bisa membuat permainan yang mendorong kerjasama dan berbagi. Ini mengembangkan kecerdasan sosial-emosional anak sejak dini.

7. Mengaji dan Mendengar Kisah Islami

Luangkan 10-15 menit setiap hari untuk mengaji bersama dan membacakan kisah Nabi. Tidak perlu lama dan lama — yang penting konsisten. Di sekolah PAUD, kegiatan mengaji dan mendengar kisah islami bisa menjadi kegiatan rutin pagi hari. Gunakan buku bergambar warna-warni agar anak tertarik.

Orang tua dan guru bisa bekerja sama melalui CDPS untuk memantau perkembangan kebiasaan islami anak. Catat setiap pencapaian di daily report dan portofolio digital. Dengan kolaborasi yang baik antara rumah dan sekolah, pembentukan karakter anak akan lebih optimal dan konsisten.

Ditulis oleh Tim CDPS
Coba CDPS Gratis